Login Diperlukan

Wajib Login!

Login dulu buat baca novel ini

Login

Chapter 99

Translator: Wang Lin

Proofreader: Wang Lin

Chapter 99 – Tujuan Setelah Perjalanan Ini Berakhir

Setelah meninggalkan Lembah Valley of Villains, aku menuju ke keluarga Southern Heavens Blade, tempat Blood Heaven Blade Demon tinggal.

Di halaman, Seo Daeryeong yang sedang berlatih terkejut begitu melihat topeng putih tergantung di pinggangku.

“Gasp! Tidak mungkin! Jangan bilang kau benar-benar membunuh Evil Smiling Demon?”

Setelah mengucapkan itu, Seo Daeryeong tampak kaget oleh ucapannya sendiri dan buru-buru menutup mulutnya.

“Tentu saja. Kau pikir aku akan membiarkan penjahat seperti itu tetap hidup?”

Saat aku berkata dingin seperti itu, Seo Daeryeong menurunkan tangannya dari mulut dan terlihat lega.

“Syukurlah. Aku benar-benar mengira kau membunuhnya.”

“Aku sudah bilang, aku memang membunuhnya!”

“Paviliun Lord tidak sebodoh itu untuk membawa barang bukti pembunuhan di pinggangnya.”

“Kalau begitu kenapa kau masih bertanya apakah aku membunuhnya?”

“Aku terlalu kaget melihat topeng itu sampai bicara tanpa berpikir. Tapi kenapa kau membawa topeng itu? Jangan-jangan kau berencana menyusup ke Lembah Valley of Villains?”

“Untuk apa aku butuh ini untuk menyusup ke sana? Kalau soal menyusup, justru kau yang lebih membutuhkannya.”

Dengan satu Death Step, tak satupun Faceless Swordsmen akan bisa merasakan kehadiranku.

“Ini hadiah dari Evil Smiling Demon.”

Ekspresi Seo Daeryeong makin terkejut.

“Evil Smiling Demon memberimu hadiah?”

“Ya. Secara langsung, di Desa Maga. Dia bahkan membayarnya dengan uang.”

“Yang lebih mengejutkan adalah dia membawa uang. Kukira dia hanya membunuh lalu mengambil apa pun yang dia mau. Tapi bagaimanapun juga, kau pasti orang pertama dan terakhir yang menerima hadiah dari Evil Smiling Demon.”

“Penyelidik Seo.”

“Ya.”

“Ketidakpastian masa depan manusia sebanyak isi hati mereka. Pernahkah kau membayangkan, di hari pertama kita bertemu, bahwa kita akan bercakap seperti ini di halaman rumah Blood Heaven Blade Demon?”

“Benar juga. Saat aku dibujuk Paviliun Lord di kedai, aku sama sekali tidak membayangkan neraka latihan seperti ini menungguku.”

Saat dia menghela napas, aku tersenyum.

“Suatu hari nanti, kau juga akan berkata seperti ini. Aku tak pernah tahu bahwa latihan neraka itulah yang menyelamatkan hidupku.”

Seo Daeryeong tersenyum padaku. Dirinya sendiri adalah bukti dari kata-kata itu. Tak ada lagi kesuraman atau kebengkokan dalam dirinya. Masa depan memang tak pernah bisa ditebak.

Aku meninggalkannya untuk melanjutkan latihan, lalu masuk ke rumah Gu Cheonpa.

Blade Demon sedang menarik buku dari rak.

“Teruslah bermain trik seperti itu, dan kepalamu bisa melayang.”

“Pantaskah seseorang yang membaca puisi menggunakan bahasa sekasar itu?”

“Itu karena kau memakai benda sial seperti itu.”

Begitu masuk ke ruangan, aku mengenakan topeng putih itu sebagai candaan.

Sama seperti yang kulakukan pada Soma, aku meletakkan topeng itu di atas kepala seperti topi.

“Aku akan meninggalkan kultus bersama Evil Smiling Demon besok. Aku datang untuk memintamu mengurus segalanya selama aku pergi.”

Blood Heaven Blade Demon terus menarik buku dari rak, bahkan tidak menoleh saat berbicara.

“Jangan khawatir. Semuanya berjalan lancar tanpa aku, dan akan tetap berjalan lancar tanpa dirimu.”

“Benar juga. Bahkan terlalu lancar. Oh ya, tolong sampaikan pada One-Slash Sword Supreme atas namaku.”

“Aku?”

“Ya. Katakan padanya aku tidak sempat berpamitan karena terlalu sibuk.”

Alasan aku sengaja meminta Blood Heaven Blade Demon adalah untuk menciptakan alasan agar mereka bertemu lagi.

Blood Heaven Blade Demon tampaknya memahami niatku. Ia mendengus, tetapi tidak menolak. Itu berarti ia juga menginginkan rekonsiliasi dengan Sword Supreme.

“Kalau begitu, aku pamit.”

Saat aku berbalik hendak pergi, Pak Tua Blade Demon berbicara dari belakang.

“Apa kau benar-benar berniat membawa Evil Smiling Demon ke pihak kita?”

“Mungkin bukan ke pihak kita, tapi setidaknya aku tidak akan membiarkannya menjadi musuh kita.”

“Apa itu benar-benar perlu?”

“Jika Evil Smiling Demon bekerja sama dengan Geom Muyang, dia akan menjadi berkali-kali lebih merepotkan dari sekarang.”

“Evil Smiling Demon bukan tipe yang benar-benar akan mengabdi pada Tuan Muda Pertama.”

“Itulah masalahnya. Mereka berdua akan terus bekerja sama, saling menukar tugas dan imbalan sambil menjaga jarak yang pas. Tidak ada konflik emosional atau ego yang terluka. Mereka akan cocok lebih baik daripada siapa pun, bahkan lebih baik daripada Demonic Buddha.”

Pada kenyataannya, memang begitu. Kecocokan kerja mereka membuat hubungan itu lebih erat daripada dengan Ma Bul atau Blade Demon.

“Kalau begitu, aku benar-benar pergi.”

“Tunggu sebentar.”

Blood Heaven Blade Demon menyusun ulang buku-buku yang tadi ia tarik, menaruhnya di posisi berbeda. Saat buku terakhir diletakkan,

Geser.

Rak buku terbuka, memperlihatkan sebuah ruang rahasia. Itu adalah lorong tersembunyi yang rumit, terbuka hanya jika buku tertentu ditempatkan di posisi tertentu.

Yang lebih mengejutkanku bukan keberadaan ruang rahasia itu, melainkan ia membukanya dengan santai di hadapanku.

Gu Cheonpa masuk ke ruang rahasia dan kembali membawa sesuatu.

Ia melempar benda itu begitu saja ke atas meja di depanku.

“Ambil ini.”

“Apa ini?”

Aku membuka bungkusan rapi itu dan menemukan pakaian tipis di dalamnya.

“Itu Ghost Protector Garment. Memakainya akan membuat dipukuli jadi sedikit tidak terlalu menyakitkan.”

Bukan sekadar sedikit. Ghost Protector Garment adalah salah satu zirah berkualitas tertinggi, bahkan kebal terhadap tebasan pedang.

“Apa kau benar-benar memberiku benda sepenting ini?”

“Ya.”

“Kau seharusnya memakainya sendiri, Tuan.”

“Lagian apa gunanya bagi orang tua sepertiku?”

“Kalau begitu, jual saja.”

“Jual?”

“Ya. Hasilin uang.”

“Dan uangnya dipakai untuk apa?”

Kalau dipikir-pikir, ia memang tidak punya ahli waris.

“Menikmati makanan enak sambil berkeliling Central Plains.”

“Makanan enak apa? Di usiaku, mie makan siang saja sudah sulit dicerna.”

Karena tahu itu bukan sekadar lelucon, dadaku terasa sesak. Aku mengerti, karena aku pernah mengalaminya sendiri. Tak peduli seberapa hebat seseorang, penuaan tetap tak terhindarkan.

“Kalau kau tidak mau memakainya, lupakan saja.”

“Mana mungkin.”

Saat ia hendak mengambilnya kembali, aku merebutnya lebih cepat dari kilat dan langsung mengenakan Ghost Protector Garment itu. Bukankah mengenakan zirah pemberian saat itu juga adalah bentuk rasa hormat?

“Pas sekali. Nyaman sekali.”

Tipis dan lentur, hampir seperti tidak mengenakan apa-apa. Dengan ini, ditambah membungkus diri dengan Supreme Heavenly Silkworm Thread dan menggunakan teknik Heavenly Demon Body Protection, aku tak akan terpotong bahkan oleh qi pedang.

Gu Cheonpa yang tidak suka pamer sudah pergi ke halaman tempat Seo Daeryeong berlatih, menghindari ucapan terima kasihku, lalu mulai mengomeli Seo Daeryeong tanpa henti.

Baca & Support kami di: 

www..com

dan join komunitas discord kami di: 

www./

Setelah menonton mereka berlatih sebentar, aku diam-diam meninggalkan kediamannya.

Aku berniat membalas budi Blood Heaven Blade Demon bukan dengan kata-kata, melainkan dengan tindakan.

***

“Kapan kau berangkat lagi?”

Entah kenapa, Lee Ahn terlihat tidak terlalu mengkhawatirkanku dibanding Blade Demon.

“Besok pagi.”

“Kalau begitu kita tak bisa mengadakan pesta perpisahan. Ah, aku berharap kita bisa berkumpul dan minum bersama untuk pertama kalinya setelah sekian lama.”

“Lee Ahn! Itu yang kau pikirkan sekarang? Aku akan menuju Central Plains bersama Evil Smiling Demon. Bukankah itu berbahaya?! Ke mana pergi Lee Ahn yang dulu… Lee Ahn yang auto bilang “Aku akan pergi menemanimu”?”

“Aku juga merindukan Lee Ahn yang penuh kasih itu.”, ucap Lee Ahn mengejek.

“Itu semua karena latihan. Kita harus menghentikannya.”

Aku mendekat dan memeriksa tangan Lee Ahn. Kapalan yang bertumpuk di telapak tangannya menceritakan kerasnya latihan yang ia jalani.

“Akhir-akhir ini, rasanya berbeda saat aku memegang pedang.”

Meski ia tidak menjelaskan lebih lanjut, aku mengerti maksudnya.

teknik Soaring Swort Art yang telah mencapai tingkat delapan akan terus menggoda dan menstimulasi dirinya, mendorongnya mencari lawan kuat dan bertarung.

Walau masih jauh dibanding aku atau Demon Supreme, Soaring Swort Art tingkat delapan berarti ia nyaris tak tertandingi di dunia Murim.

“Aku akan pergi dengan gemetar bersama Evil Smiling Demon yang mengerikan itu.”

“Kau bahkan langsung ke Paviliun Heavenly Demon untuk meminta izin, bukan?”

“Siapa yang memberitahumu?”

“Penyelidik Seo sudah datang.”

“Dia mungkin tangan kanan paling cerewet di dunia Murim.”

Bahkan pada leluconku, Lee Ahn tidak tertawa.

“Aku selalu yang pertama tahu kabar tentangmu. Secara alami, aku selalu mengikutimu saat kau meninggalkan kultus.”

“Apa kau marah?”

Lalu perasaannya yang sebenarnya meledak.

“Ya. Aku marah. Sangat marah.”

Dengan helaan napas panjang, emosi yang terpendam pun tumpah.

“Aku khawatir. Aku ingin mengikuti dan melindungimu. Aku tahu aku diberi posisi berlebihan sebagai pemimpin Haunted Shade Corps, bukan sekadar penjaga, tapi yang kuinginkan tetap sama. Melindungimu di sisimu. Jika harus mati, aku ingin mati di sisimu. Itu mimpiku. Aku pikir jika aku menjadi lebih kuat, aku bisa benar-benar melindungimu. Sampai aku menjadi orang yang berguna, aku harus bertahan dan berlatih, bertahan dan berlatih…”

Akhirnya, Lee Ahn menangis.

“…Aku tahu kau sangat sibuk dan lelah. Aku tidak ingin mengatakan ini. Maaf. Aku akan terus berlatih.”

Air mata yang ia tahan akhirnya jatuh.

“Kemasi barangmu.”

Ia tersentak.

“Maaf, aku salah. Tolong jangan mengusirku.”

“Apa yang kau bicarakan? Kemasi barangmu. Kau ikut denganku besok.”

Ia terdiam.

“Benarkah?”

“Kau benar. Jika kau tidak melindungiku, siapa lagi? Ikut denganku. Lindungi aku sepuas hatimu.”

“Ya. Aku sangat senang.”

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Lee Ahn melompat kegirangan.

“Terima kasih, Tuan Muda. Terima kasih banyak.”

“Meninggalkan rumah itu berat. Tak perlu berterima kasih, apalagi pendampingnya Evil Smiling Demon.”

“Bahkan jika itu Heavenly Demon sekalipun, aku akan ikut. Sampai jumpa nanti. Banyak yang harus kusiapkan. Perempuan itu ribet!”

Lee Ahn berlari keluar lapangan latihan dengan sibuk.

Melihat kegembiraannya, aku menyadari satu hal.

Latihan bela diri itu baik, perubahan hidup juga baik, tapi kebahagiaan yang ia rasakan saat ini adalah yang paling penting.

Mungkin keinginanku agar ia menjadi lebih kuat menyimpan egoisme tersembunyi untuk menenangkan hatiku sendiri.

Bukankah penderitaannya pada akhirnya juga penderitaanku, lahir dari ketakutan bawah sadarku sendiri?

Hidupnya berdenyut penuh di masa kini, sementara aku mungkin mendorongnya ke lapangan latihan demi menyembunyikan kecemasanku.

Akhirnya aku sadar, momen sejati untuk menggunakan teknik Divine Poison Purification bukan terkait dirinya, melainkan saat aku mengatasi kecemasanku sendiri. Maka aku pun bisa mengambil keputusan.

Ya, sekarang benar-benar saat yang tepat.

Saat kami kembali dari perjalanan ini, dia akan menjadi orang yang berbeda.

***

Keesokan paginya, aku pergi ke Lembah Valley of Villains bersama Lee Ahn.

Saat kami tiba, Soma sudah siap berangkat.

“Aku berencana bepergian dengan tenang, hanya membawa satu pendamping.”

Topeng Faceless Swordsmen yang diperkenalkan Evil Smiling Demon memiliki garis biru yang bergaya.

“Ini Cheng Myeon.”

Ia menyapaku dengan sopan. Aku mengenalnya baik sebagai tangan kanan Evil Smiling Demon.

Ilmu beladirinya hebat dan kesetiaannya lebih mengagumkan lagi. Saat aku mencari Heavenly Demon Spirit, ia masih menjadi tangan kanan Soma.

Ia juga figur tragis yang tak pernah bisa menjadi Evil Smiling Demon berikutnya karena yang sekarang hidup terlalu lama.

Aku memperkenalkan Lee Ahn.

“Ini pengawalku.”

Lee Ahn memberi hormat dengan sopan.

“Aku Lee Ahn. Suatu kehormatan bertemu denganmu.”

Aku menambahkan satu kalimat.

“Dia juga adalah hatiku.”

Wajah Lee Ahn sedikit memerah, tapi dalam situasi ini ia hanya menunduk dan diam.

Evil Smiling Demon tertawa.

“Pertama kau memperlihatkan tangan kananmu, sekarang kau menunjukkan di mana hatimu berada.”

“Aku memperlihatkan semua kelemahanku agar kau tidak tahu mana yang asli.”

“Kita berangkat?”

“Baik.”

Aku dan Soma masuk ke kereta, sementara Lee Ahn dan Cheng Myeon duduk di kursi kusir. Meski baru bertemu, mereka saling mengangguk, memahami tugas bersama melindungi tuan masing-masing.

Saat kereta mulai berjalan, Evil Smiling Demon tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Mood-ku sedang bagus.”

“Sudah lama aku tidak ke Central Plains, jadi aku juga senang.”

Aku sungguh-sungguh. Selama ini aku terkurung di kultus, bolak-balik antara Paviliun Nirvana, tempat latihan, Paviliun Heavenly Demon, dan kedai Flowing Wind Tavern.

Setidaknya saat tercekik, aku bisa menggunakan Teknik Temporal and Spatial Transference untuk beristirahat di tempat baru. Tanpa itu, aku pasti benar-benar tertekan. Maka aku bisa membayangkan frustrasi Evil Smiling Demon yang terkurung dua tahun.

“Kau membawa topeng itu, bukan?”

Topeng putih hadiah darinya tergantung di pinggangku.

“Tentu. Karena kau yang memberikannya, aku harus membawanya.”

“Aku akan membuatkan yang lebih bagus daripada benda murahan itu.”

Maksudnya topeng seperti miliknya, yang matanya tak terlihat dari luar.

“Tidak perlu. Aku lebih suka yang ini.”

“Kau lebih suka yang itu?”

“Bukankah kau sendiri yang membelinya untukku? Itu sudah cukup.”

“Tuan Muda Kedua, aku memulai dengan meragukan orang. Semakin manis kata-kata, semakin aku curiga.”

“Tentu saja kau harus curiga. Jika seseorang memperlakukan orang dengan julukan Evil sebaik ini, pasti ada niat tersembunyi, bukan?”

“Apa niat tersembunyimu, Tuan Muda Kedua?”

Aku tersenyum lebar.

“Bukankah kau bilang sulit membuat banyak ekspresi? Aku justru merasa ini lebih baik. Aku bisa merespons dengan ekspresi ambigu ini.”

Ia tak bisa menekan lebih jauh. Aku juga tidak mendesaknya menepati janji melepas topeng.

“Tidakkah kau penasaran ke mana kita pergi?”

“Mungkin ke tempat yang membosankan.”

Soma tertawa keras.

Sementara itu, kereta meninggalkan wilayah kultus dan melaju menuju Central Plains.

 

——————————————————–

Klik link untuk join komunitas discord dan notifikasi chapter rilis secara instan

Discord –

Diskusi Bab (0)

Silakan Login untuk berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Pengaturan Baca

Tema Warna
Jenis Font
Poppins
Serif
Roboto
Mono
Arial
Tahoma
Ukuran Font 1.1rem
Jarak Baris 1.8
Spasi Paragraf 1.2em
Jarak Huruf 0px
Lebar Halaman Normal
Posisi Teks

Semua Bab