Translator: Casper
Proofreader: Casper
Chapter 24 – Forward Exchange dan Saham Luar Negeri (1)
Senin pagi, Inho menjalani hari yang sangat sibuk.
“Inho! Invoice-nya!”
“Ya, siap!”
“Eh! Letter of credit!”
“Segera!”
Ia bahkan tak tahu bagaimana harinya berlalu. Namun pekerjaannya seolah tak pernah habis.
Begitu jam pulang tiba, Inho langsung menuju bank valuta asing untuk urusan impor. Langkahnya ringan.
“Lalalala~ Trading di Amerika, oh yeah!”
Semakin banyak pasar, semakin bagus. Semakin banyak cara menghasilkan uang, semakin cepat hartanya berkembang. Amerika memang menarik, tapi pasar futures Hong Kong atau Singapura, bahkan valuta asing, juga menjanjikan.
Forward exchange adalah kunci untuk mewujudkan semua kemungkinan itu.
Dengan maraknya kebijakan pelonggaran moneter demi mengatasi resesi, pasar Amerika dan Hong Kong tampak jauh lebih menarik dibanding Korea.
Nilai tukar won terhadap dolar terus turun, kini berada di sekitar 1.068 won per dolar. Kuartal lalu, nilainya anjlok tajam dari kisaran 1.100-an, dan sekarang masih meluncur turun seperti jatuh bebas.
Artinya, ini waktu yang tepat untuk berinvestasi dengan modal relatif kecil demi keuntungan besar.
Mata Inho berbinar.
‘Kalau aku kumpulkan dolar lewat forward exchange, beli saham Amerika, trading jangka pendek, dan menumpuk dolar di rekening… jackpot!’
Dolar tampak siap menembus di bawah 1.000 won. Tapi berapa lama tren turun ini akan bertahan?
Pada 2016 nanti, nilainya akan pulih ke sekitar 1.200 won. Jika ia menjual saat itu, ia bisa mendapat untung setidaknya 150–200 won per dolar. Dengan forward exchange, ia juga tak perlu khawatir soal biaya tambahan.
‘Hehe, ini emas! Emas murni!’
Dengan forward exchange plus broker, ia bahkan bisa merambah pasar futures Singapura dan Hong Kong.
Artinya, membeli gedung seharga 7 miliar won bisa semudah belanja biasa.
‘Hahaha, pemilik gedung! Aku, sang tuan tanah hebat!’’
Tak lama kemudian, Inho tiba di departemen valuta asing bank. Manager Park Aseong sudah menunggunya.
“Selamat datang! Aku sudah tak sabar ingin bertemu!”
“Benarkah?”
“Haha! Kau tahu tidak? Gara-gara kau, aku tidur kurang dari dua jam sehari!”
“…Dua jam saja?”
“Iya! Aku terus membanggakan pencapaianmu di forum komunitas, jadi tak sempat tidur!”
“Oh begitu.”
Ia memang orang yang setia—dan sedikit lucu dengan caranya sendiri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!